kabardanberita.com - Pada tahun 2014, rokok elektrik sangat terkenal di kalangan anak muda maupun tua di Indonesia. Dengan masuknya rokok elektrik, banyak orang beranggapan bahwa rokok elektrik adalah altermatif sebagai pengganti rokok tembakau. Selain simple di bawa kemana- mana, rokok elektrik juga sebagai gaya trendy masa kini di kalangan para remaja. Namun sebenarnya, anggapan bahwa rokok elektrik lebih aman dari pada rokok tembakau itu salah besar.
Dr. Nauki Kunugita peneliti dari National Institute of Public Health, menuturkan bahwa " Dalam salah satu merek rokok elektronik yang ditemukan 10 kali kandungan tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa" . Para peneliti Jepang menemukan karsinogen dalam uap yang di hembuskan usai menghirup rokok elektrik tersebut. Peneliti ini di tugaskan oleh Kementrian Kesehatan Jepang agar meneliti kandungan dari rokok elektrik dan seberapa bahayanya jika di gunakan dalam jangka waktu panjang. Para peneliti menemukan beberapa kandungan yang ada pada rokok elektrik seperti tingkat asetaldehida dan karsinogen memiliki tingkat lebih tinggi di bandingkan rokok biasa yang berbahan dasar tembakau. Zat formaldehyde juga ditemukan didalam kandungan rokok elektrik yaitu zat yang biasa ditemui sebagai bahan bangunan dan pembalseman cairan.
Menurut penelitian FDA (Food and Drug Administration) efek merugikan yang ditimbulkan dari rokok elektrik dan berbagai cartridge dari berbagai merk rokok elekrik dapat menarik kesimpulan :
1. Salah satu cartridge berisi bahan dietilena dan antibeku beracun
2. Suatu perangkat yang dapat mengeluarkan " polutan yang dicurigai berbahaya bagi kesehatan manusia "
3. Terdapat label nikotin rendah, menengah dan tinggi. Pada kenyataan rokok tersebut memiliki kadar nikotin yang bervariasi.
4. Seperangkat yang mengeluarkan " nitrosamin yang karsinogen pada manusia"
Rokok jenis ini biasa digunakan sebagai salah satu cara untuk berhenti merokok. Namun beberapa survey menunjukan bahwa cara ini sedikit membantu mereka dalam usaha berhenti merokok. Badan WHO meminta kepada negara di seluruh dunia agar menghentikan peredaran rokok elektrik yang dapat membahayakan kesehatan manusi. Namun, peredaran rokok elektrik tidak mudah untuk di kendalikan karena banyak penjual dan peminatnya. Indonesiapun masih menyiapkan berbagai strategi agar rokok elektronik tidak semakin menjamur. Walaupun penelitian tentang rokok elektronik masih kurang, sebaiknya hindari rokok electrik yang dapat mengancam kesehatan anda sewaktu- waktu.
إرسال تعليق